Thursday, May 9, 2013

DUTCH AS PIONEER OF CAR FREE DAY


Car Free Day atau dalam bahasa Indonesia yang disebut Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) merupakan hari dimana kendaraan bermotor baik mobil dan motor pribadi ataupun angkutan umum dilarang untuk melintasi jalan-jalan tertentu. Car Free Day bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor.
Dari tahun ke tahun, angka kendaraan bermotor di Indonesia bahkan di dunia semakin meningkat. Salah satu dampak yang tidak bisa dipungkiri dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor yaitu polusi. Hal tersebut menyebabkan kualitas udara juga semakin buruk. Setiap emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor ke udara membawa serta gas atau zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan.


Melihat kondisi pencemaran udara yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah daerah dikota-kota besar di dunia bahkan di Indonesia mulai berpikir untuk menemukan solusi dalam rangka mengurangi polusi. Salah satu upaya yang telah diterapkan di dunia dan Indonesia pun tidak mau ketinggalan yaitu Car Free Day. Bagaimana efek dari car free day ini? Sebagai contoh efek penerapan car free day di Jakarta, kadar debu di Jakarta pada tahun 2009 berkurang sampai 40 persen dan efek positif lainnya yaitu antusiasme olahraga masyarakat semakin meningkat. Bagaimana tidak meningkat, masyarakat yang biasanya susah menemukan lahan yang cukup luas untuk berolahraga kini mereka bisa leluasa memanfaatkan lahan jalan raya untuk bersepeda, jogging, senam, bulu tangkis, dan lainnya. Terlebih lagi mereka gratis untuk menggunakan lahan jalan raya tersebut, artinya mereka tidak perlu untuk mengeluarkan biaya masuk arena olahraga atau sewa gedung untuk berolahraga.


Apakah anda tahu asal mula car free day? Berdasarkan kronologi waktu, the first car free day Sunday diselenggaarakan pada tahun 1956. Car free day tersebut diselenggarakan di dua negara dan salah satu penyelenggaranya yaitu Belanda. Mulai saat itu, mulai 25 November 1956 setiap hari Minggu diadakan car free day. Pada kelanjutannya sesuai kesepakatan, world car free day diperingati tiap tahunnya pada 22 September.



Tentu saja program car free day ini semakin membuat Belanda percaya diri untuk menunjukkan kekonsistensiannya sebagai the world’s number one cycling country karena jumlah sepeda yang melebihi jumlah penduduknya. Budaya bersepeda di Belanda dimulai selepas perang dunia II tahun 1948-1970. Disela-sela perjuangan mewujudkan budaya bersepeda, Belanda mulai menerapkan car free day pada tahun 1956. Tata kota di negara Belanda tidak mendukung cepatnya laju kepadatan mobil karena jalan-jalannya yang sempit. Gedung-gedung harus dihancurkan untuk lahan parkir dan jalan-jalan mobil. Hal ini juga mendorong munculnya krisis kebersihan udara seiring pertumbuhan jumlah mobil. Oleh karena itu, Belanda semakin mantap untuk menerapkan budaya bersepeda. Car free day di Belanda masih dilakukan hingga saat ini. Car free day di Belanda biasanya terdapat juga parade pertunjukan jalanan. Well, It is Dutch that always consistent as the pioneer.

Thursday, April 18, 2013

Bubur Ayam Terlezat

Kira-kira 1 bulan yang lalu, kuku jempol kaki kiri saya lepas gegara kena jagang motor :( Cukuplah hari itu bikin panik penghuni kos. Ditambah lagi pagi-pagi sampe dianter ke IRD dr. Sutomo buat evakuasi kuku saya. hehe

Nah, setelah kuku saya lepas, keesokan harinya gusi saya cekot-cekot. Akhirnya ke dokter gigi deh. Ternyata gigi geraham paling belakang positif lagi tumbuh. Dokter gigi gak ngasih obat, katanya obat nyerinya sama kayak obat buat jempol saya.

Gigi geraham tumbuh itu rasanya cekot-cekot tiada tara *sedikit hiperbolis xD
Makan susah ngunyah. Jadinya sepanjang 2-3 hari itu gak mood ngapa-ngapain. Gara-gara susah ngunyah itu, saya beli bubur ayam. Biasanya jarang banget beli bubur ayam soalnya agak gak doyan.hehe Nah, selama ini menurut saya beli bubur ayam dimana aja ya gitu rasanya. Tapi, kali ini beda. Saya udah pernah beli bubur ayam itu tempo hari. Tapi rasanya jadi beda pas makan kali ini. Buburnya terasa lebih lezat dan nikmat. Menurut saya ini bubur ayam terlezat yang pernah saya makan.
Bubur ayam terasa biasa aja ketika dimakan dalam kondisi sehat. Karena ini saya makan bubur ayamnya dalam kondisi lapar karena susah ngunyah, jadilah bubur ayam itu terasa lezat sekali :D
Jadi, menurut saya, sesuatu akan terasa lebih enak dan nikmat ketika dinikmati dalam kondisi yang tidak biasanya^^

Monday, February 11, 2013

Exploding


Sebenernya saya ada janji sama diri sendiri, sebelum skripsi ini kelar (termasuk revisi), saya gak boleh baca novel atau buku-buku lain selain yang menyangkut skripsi, tidak boleh baca komik, tidak boleh nonton drama ataupun variety-variety show. Hmm..kejamnya saya. Tapi ini demi keberlangsungan hidup skripsi xD

Pada akhirnya, disuatu sore yang indah, saya aktifkan data traffic. Cek timeline, detective conan vol.71 udah keluar. Jreeeeng..habis maghrib saya langsung menuju toko buku. Tanpa basa basi sesampainya di rumah, saya langsung babat habis komik itu. Oke, saya kecolongan.

Nah, kemarin kecolongan lagi deh. Alkisah saya nemu bukunya om Billiy Boen yang new edition. Belum kelar semua sih bacanya, tapi ada satu part yang menurut saya penting sekali (part lain tidak kalah penting kok). Intinya sih tentang pengendalian emosi yang tiba-tiba meledak-ledak. Si om Billy Boen ini ngasih contoh kalau ada sms/email/WA/BBM/lainya yang isinya membuat kita emosi, seringkali emosi kita jadi meledak-ledak. Balesnya jadi terkesan kasar. Eh, kalau dibaca lagi isi balesan itu, kita sadar kalau kita tidak sepatutnya bales dengan cara kasar seperti itu.

Saya juga pernah menerima sms yang isinya membuat saya menarik napas dalam dan membuangnya dengan kasar alias saya kesaaaaal -_- hehe. Seinget saya sms itu saya bales dengan jawaban pendek.
Tips dari om Billy Boen gini, kalau kita nerima sms atau email seperti itu, lebih baik jangan langsung membalas. Balasnya beberapa jam atau keesokan harinya (lama banget ya) ketika emosi kita udah nggak meledak-ledak. Intinya sih, belajar mengendalikan emosi itu penting karena meledak-ledak itu tidak baik. Hasilnya nanti juga kurang baik :)
Dan pastinya saya paling suka tagline dari YOT ini, let's learn and share :)



*btw, tadi saya ke toko buku. Semoga kali ini tidak kecolongan lagi :p

Wednesday, January 30, 2013

Saat Duri Ikan Tidak Sengaja Anda Telan

Hmmm..begini, kapan hari saya makan sore (*no dinner :p) lauknya penyetan ikan mujaer panggang. Waktu itu tidak sengaja duri ikannya ikut tertelan. Tenggorokan jadi sakit!!
Otomatis saya mengadu ke ibu. Jadi ini kiat dari ibu saya kalau kita tidak sengaja menelan duri ikan dan duri tsb nyangkut di tenggorokan. Mungkin anda sudah tahu cara ini, tapi mungkin sebagian dari anda juga belum tahu. Cekidot!
1st step, jangan panik.hehe
2nd, ambil sesendok nasi langsung telan, gak pake dikunyah. Langsung telan.
Criing, duri tsb ikut tertelan ke lambung *pengalaman saya gitu
3rd, jangan lupa hamdalah karena duri tsb udah gak nyangkut lagi di tenggorokan xD
Semoga bermanfaat ya tulisan saya kali ini :)

*Btw, tulisan ini lama ngendon didraft. Kenapa ya dulu gak langsung publish? --"

Bapak

I call "Bapak" to my father. I remembered when I was child, my neighbor said that I had to call my father 'ayah or papa". So, I asked to my father.
Me       : Pak, I should call you ayah or papa. Which one did you like?
Bapak : Just called me Bapak
Me       : Why?
Bapak : Have you ever heard the journalist called Papa President? or Ayah President?
Me       : No. So?
Bapak : They called President "Bapak Presiden" not "Ayah Presiden or Papa Presiden". 
              "Bapak Gubernur" not "Ayah Gubernur or Papa Gubernur"
Me       : -____- ooh ok. I called you Bapak
So, I decided to call him Bapak forever *end story*

Wednesday, December 26, 2012

SIE JARKOM

Sie Jarkom. Udah pada paham mungkin ya sama eksistensi sie jarkom ini. Atau sie jarkom itu sendiri lagi baca postingan saya.ahahaha. Kalau ada yang belum 'ngeh', saya akan menjelaskan sedikit. Sie jarkom itu yang biasanya suka nge-sms kalian kalau ada acara-acara. Yang nginfoin lewat Facebook sampe bikin 'event' dan invite kalian. Atau mention kalian di twitter atau lewat socmed lainnya.

Saya kagum sama sie jarkom. Sie jarkom itu orangnya pasti tangguh :D
Bayangkan ya, misalnya mau ada acara reuni SMA atau mau sekedar kumpul-kumpul, dia bakalan sms satu demi satu temen-temennya. Nawarin tanggal ke semuanya, tunggu konfirmasi, lalu ngabarin lagi kalau gak jadi atau tanggal ketemu berubah. Wiih, pasti ribet kan dan disini peranan si SABAR bener-bener dibutuhin.
Si A tanggal ini bisa, si B gak bisa, si C gabisa tapi dia kekeuh pingin ikut kumpul-kumpul dan maksa sie jarkom ini ngubah tanggal -____- Kebayang kan stok sabar yang dibutuhin sie jarkom.
Memang sih, sekarang mau nyebarin info itu mudah, bisa lewat sms, BBM, WA, Line, dan socmed yang lain.
Tapi nih ya, yang susah tu nunggu kepastiannya.

Sie jarkom ngabarin misal kumpul di tempat X. Eh, ada aja yang bales nyaman gak tuh tempat X, gampang dicari gak tuh tempat X, makanannya enak gak tuh. Padahal, yang tanya-tanya itu belum tentu ikut. huh. Tapi, dengan sabarnya sie jarkom akan meladeni satu persatu pertanyaan-pertanyaan itu :)

Konklusinya sih, saya bener-bener salut sama temen-temen yang jadi sie jarkom ini :D
Jarang lho ya yang mau njarkom gitu. Kadang sie jarkom ini mungkin lagi pingin tenang ngerjain aktivitasnya, eh tiba-tiba ada sms masuk dari temen yang kemarin-kemarin gak nanggepin jarkoman. Nanya ini itu -___-
Yang pasti, dalam keberhasilan suatu acara, ada peran penting dari sie jarkom ini yang kadang ada aja yang nyepelein. Ok, buat semua yang pernah jadi sie jarkom, jangan kapok lho ya, peran anda begitu berarti xD

Sunday, November 18, 2012

Nach Haus Gehen

Pulang ke rumah. Rutinitas tiap akhir pekan yang hukumnya menuju ke wajib bagi saya :p
Kalau gak pulang rasanya ada yang aneh. Bisa dibilang tiap kali pulang ke rumah adalah waktu nge-charge semangat saya :D
Di kos saya di cap 'tukang pulkam' :p
Lebaran dua tahun yang lalu, saya dan adik silaturrahim ke rumah guru les bahasa Inggris kami. Namanya Miss Zaenab. Pesan yang selalu saya ingat waktu silaturrahim tersebut gini, "Sering-sering pulang lho ya. Mumpung orang tua masih ada". Hmm...dulu saya pulang itu tidak lebih hanya sebatas untuk nge-charge semangat. Malah awal-awal maba dulu pulang adalah saat-saat perbaikan gizi. hahahaha *sok-sokan gizi buruk di kos.
Nasehat miss Zaenab mak jleb banget deh. Bener juga ya, selagi orang tua masih ada, alangkah lebih baiknya kita sering-sering menjenguk mereka, sebelum mereka gak ada *astaghfirullah :(
Sesibuknya kita, lebih baik sempatkanlah pulang ke rumah. Meskipun mungkin kita sering komunikasi lewat telepon, tapi kalau berjumpa kan rasanya berbeda.
Nah, minggu ini ada kabar sedih dari teman 1 organisasi. Teman yang satu ini saat ini sedang koma :(
Kemarin Jum'at waktu jenguk rasanya tidak tega melihat orang tuanya *jadi inget Astrid :(
Bagaimana rasanya jarang ketemu anaknya, tiba-tiba ketemu anaknya dalam keadaan seperti saat ini :(
Itu yang tidak saya inginkan. saya tidak ingin dalam keadaan jarang ketemu orang tua tapi ketika bertemu salah satu pihak dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Apalagi akhir-akhir ini saya kepikiran ingin merantau selepas kuliah S1. Memang sih, namanya kematian itu misteri. Tapi, saya tidak ingin saat dalam posisi berjauhan dengan orang tua, kita akhirnya bertemu dalam keadaan yang tidak memungkinkan pada salah satu pihak. Naudzubillah.
Nach haus gehen